JAKARTA - Bulan Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis.
Permintaan modal usaha meningkat signifikan menjelang puasa karena konsumsi masyarakat bertambah, mulai dari kuliner hingga perdagangan sembako dan kue Lebaran. Dalam kondisi ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI hadir sebagai solusi pembiayaan yang praktis dengan suku bunga rendah.
Program KUR dirancang untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh modal tambahan dengan prosedur relatif mudah. Plafon pinjaman dapat mencapai Rp500 juta per debitur, sementara cicilan ditawarkan dengan tenor fleksibel. Skema ini menjadi dorongan penting agar UMKM tetap produktif dan dapat menjaga arus kas usahanya.
Selain itu, KUR BRI membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. Dengan modal yang cukup, pelaku usaha bisa menghadapi musim puncak penjualan selama Ramadan dan Lebaran. Program ini sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah dinamika ekonomi nasional.
Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan
Tingginya minat terhadap KUR terlihat dari penyaluran di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp16,83 triliun hingga akhir 2025. Jumlah debitur mencapai 283.989 orang, didominasi oleh segmen mikro, menegaskan peran KUR sebagai tulang punggung UMKM.
Sebagian besar pembiayaan mengalir ke sektor pertanian, perdagangan, dan jasa, sesuai karakteristik ekonomi Sulsel yang ditopang oleh usaha produktif masyarakat.
Menjelang Ramadan 2026, sektor perdagangan dan makanan-minuman diperkirakan menyerap KUR paling banyak. UMKM membutuhkan modal tambahan untuk stok barang dan bahan baku agar dapat memenuhi lonjakan permintaan. Kondisi ini menjadi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk memanfaatkan KUR dalam meningkatkan omzet.
Selain itu, KUR turut mendorong peningkatan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi. Debitur bisa membeli peralatan baru, membuka cabang, atau menambah tenaga kerja. Dampak positifnya terasa langsung pada pertumbuhan usaha dan stabilitas keuangan pelaku UMKM.
KUR Kecil BRI hingga Rp500 Juta
Produk KUR Kecil BRI menawarkan plafon hingga Rp500 juta dengan tenor fleksibel mulai 12 hingga 60 bulan. Skema ini populer bagi pelaku usaha yang ingin menyiapkan modal menjelang Ramadan. Cicilan dapat disesuaikan dengan proyeksi pendapatan sehingga pengelolaan modal tetap terkendali.
Penggunaan KUR Kecil mencakup peningkatan kapasitas produksi, pembelian mesin atau peralatan, serta ekspansi usaha. Debitur bisa memilih tenor yang paling sesuai agar pembayaran cicilan tidak membebani arus kas. Perencanaan matang menjadi kunci agar usaha tetap sehat setelah musim puncak berakhir.
Selain itu, KUR Kecil menyediakan dua jenis pembiayaan: Kredit Modal Kerja hingga empat tahun dan Kredit Investasi hingga lima tahun. Suku bunga untuk pinjaman pertama ditetapkan 6 persen per tahun efektif. Jaminan tambahan diperlukan sesuai nilai pembiayaan dan kebijakan internal BRI, memastikan risiko pembiayaan tetap terkendali.
Simulasi Tabel Angsuran KUR BRI 2026
Simulasi angsuran membantu UMKM mempersiapkan pembayaran cicilan sebelum mengajukan pinjaman. Pinjaman mulai Rp1 juta hingga Rp500 juta memiliki besaran cicilan yang disesuaikan dengan tenor. Contohnya, pinjaman Rp50 juta dengan tenor 12 bulan memiliki cicilan Rp4.416.667, sedangkan tenor 60 bulan Rp1.083.333.
Pinjaman Rp100 juta dengan tenor 36 bulan memiliki cicilan Rp3.277.778, sedangkan Rp500 juta untuk tenor 60 bulan Rp10.833.333. Simulasi ini mempermudah perencanaan keuangan usaha agar modal digunakan secara efisien. Dengan angsuran yang terukur, UMKM dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana untuk kebutuhan produksi dan operasional.
Selain itu, simulasi membantu membandingkan opsi tenor pendek dan panjang. Tenor pendek memudahkan pelunasan lebih cepat namun cicilan lebih tinggi, sedangkan tenor panjang memberikan cicilan lebih ringan. Pemilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas arus kas dan proyeksi pendapatan musiman.
Ketentuan dan Syarat Penerima KUR
KUR BRI diperuntukkan bagi pelaku usaha produktif yang mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan. Debitur tidak boleh memiliki pinjaman aktif dari bank lain atau program ultra mikro. Kredit konsumtif untuk kebutuhan rumah tangga masih diperbolehkan, tetapi pinjaman produktif harus sesuai syarat.
Syarat pengajuan KUR Kecil meliputi usaha yang berjalan minimal enam bulan dan legalitas usaha seperti IUMK, NIB, atau surat izin usaha lain. Debitur wajib menyiapkan dokumen KTP, KK, dan surat izin usaha saat mengajukan permohonan di kantor cabang BRI. Proses pengajuan mencakup wawancara, verifikasi, survei usaha, dan analisis kelayakan.
Selain itu, ketentuan KUR 2026 menetapkan plafon pembiayaan berbeda untuk setiap kategori. KUR Supermikro tidak dibatasi jumlah akad, KUR Mikro sektor 4P maksimal empat akad hingga Rp400 juta, dan sektor non-4P maksimal dua akad hingga Rp200 juta. Hal ini memastikan dana KUR tepat sasaran bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha.
Suku Bunga dan Strategi Pemanfaatan
Suku bunga KUR BRI 2026 bersubsidi pemerintah dengan rincian: KUR Supermikro 3 persen per tahun, KUR Mikro/Kecil 6-9 persen tergantung pinjaman ke berapa.
Besaran bunga memengaruhi cicilan bulanan sehingga semakin rendah bunga, semakin ringan pembayaran. Dengan suku bunga kompetitif, UMKM mendapat akses pembiayaan terjangkau untuk pengembangan usaha.
Selain itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan KUR untuk menambah kapasitas produksi dan ekspansi pasar. Strategi penggunaan modal yang tepat akan meningkatkan omzet di momen Ramadan dan Lebaran. KUR BRI menjadi peluang strategis agar UMKM dapat naik kelas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dengan plafon pinjaman besar, bunga rendah, dan cicilan terjangkau, KUR BRI 2026 menjadi solusi tepat bagi UMKM yang ingin bertumbuh. Perencanaan matang sebelum mengajukan kredit membantu memaksimalkan manfaat pembiayaan.
Bagi pengusaha yang cerdas, program ini menawarkan peluang untuk menghadapi musim penjualan puncak dengan modal cukup dan risiko minimal.