Jadwal Berbuka Puasa di Jakarta

Jadwal Berbuka Puasa di Jakarta Hari Pertama Ramadhan 1447 Hijriah

Jadwal Berbuka Puasa di Jakarta Hari Pertama Ramadhan 1447 Hijriah
Jadwal Berbuka Puasa di Jakarta Hari Pertama Ramadhan 1447 Hijriah

JAKARTA - Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki hari pertama, dan umat Islam mulai menunaikan ibadah puasa sejak fajar. 

Momen azan Maghrib menjadi saat yang paling dinanti untuk menyempurnakan puasa. Di Jakarta dan sekitarnya, jadwal berbuka puasa menjadi acuan penting bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di tengah rutinitas Ramadan.

Kesalahan membaca jadwal dapat menyebabkan berbuka terlalu cepat atau tertunda. Warga yang masih dalam perjalanan sering mengalami kebingungan waktu. Oleh karena itu, jadwal yang akurat membantu mengatur waktu pulang kerja, persiapan makanan, dan ibadah dengan lebih tertib.

Untuk wilayah DKI Jakarta, waktu berbuka puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, ditetapkan pukul 18.18 WIB. Kelima kota administrasi yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara memiliki keseragaman waktu. Perbedaan geografis yang kecil membuat jadwal ini dapat menjadi patokan seluruh masyarakat.

Jadwal Salat Maghrib dan Ibadah Terkait

Waktu salat Maghrib pun sama dengan waktu berbuka, yaitu pukul 18.18 WIB. Penetapan ini didasarkan pada posisi matahari terbenam sempurna di ufuk barat. Sebagai pengaman, diberikan waktu ihtiyati sekitar dua menit untuk memastikan ketepatan salat dan berbuka puasa.

Menyegerakan salat Maghrib setelah berbuka adalah salah satu sunah Rasulullah SAW. Setelah membatalkan puasa dengan beberapa teguk air atau kurma, umat Islam disarankan menunaikan salat sebelum melanjutkan makan besar. Waktu salat Isya ditetapkan pukul 19.28 WIB, dilanjutkan dengan Tarawih dan tadarus Al-Quran di masjid atau rumah.

Mengacu pada jadwal, setiap individu dianjurkan merujuk pada sumber resmi atau lembaga keagamaan terpercaya. Jadwal imsakiyah mencakup seluruh waktu salat dan imsak yang dihitung dengan metode hisab rukyat. Perbedaan waktu sedikit mungkin terjadi di pinggiran kota, namun umumnya pukul 18.18 WIB menjadi acuan seluruh Jakarta.

Doa Berbuka Puasa yang Dianjurkan

Membaca doa sebelum berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Momen berbuka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa, sehingga tidak boleh dilewatkan. Salah satu doa berbuka yang populer adalah:

"?????????? ???? ?????? ?????? ??????? ??????? ???????? ?????????? ???????????? ??? ???????? ?????????????".

Bacaan latinnya:

"Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'ala rizqika afthartu birohmatikaya arhamarrahimin."

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Pengasih."

Selain itu, terdapat doa berbuka lain yang diriwayatkan Abu Dawud:

"?????? ?????????? ???????????? ?????????? ???????? ????????? ???? ????? ???????".

Bacaan latinnya:

"Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah."

Artinya: "Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah."

Sunah Berbuka Puasa ala Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mencontohkan adab berbuka puasa untuk mendatangkan pahala dan keberkahan. Sunah utama adalah menyegerakan berbuka segera setelah waktu Maghrib tiba. Hal ini sesuai sabda beliau: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."

Berbuka dengan kurma atau air putih juga dianjurkan. Jika kurma basah tidak tersedia, maka kurma kering bisa menjadi pilihan. Jika keduanya tidak ada, beberapa teguk air menjadi alternatif untuk membatalkan puasa.

Rasulullah SAW menekankan agar tidak berlebihan saat berbuka. Makan secukupnya membantu pencernaan dan menjaga semangat ibadah. Hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan: "Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya."

Tips Agar Buka Puasa Tetap Sehat dan Nyaman

Kekenyangan setelah berbuka puasa bisa menimbulkan perut begah dan ngantuk saat Tarawih. Agar terhindar, diperlukan strategi makan yang tepat. Memperhatikan porsi dan jenis makanan sangat penting untuk menjaga kenyamanan.

Awali berbuka dengan segelas air putih dan beberapa butir kurma atau buah segar. Mengonsumsi makanan dengan perlahan memberi waktu tubuh mengirim sinyal kenyang ke otak. Hindari langsung makan berat karena bisa mengejutkan sistem pencernaan setelah seharian kosong.

Selain itu, siapkan porsi makan secukupnya dan jangan mengambil makanan berlebihan. Pastikan asupan cairan antara berbuka dan sahur tercukupi. Strategi ini membantu menjaga energi dan kenyamanan tubuh sepanjang malam untuk melaksanakan ibadah Tarawih.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index