JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapan transportasi di berbagai moda guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menyampaikan bahwa jumlah layanan transportasi ditingkatkan secara signifikan. Penambahan tersebut mencakup sektor penyeberangan, perkeretaapian, angkutan darat, hingga penerbangan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi saat puncak mudik. Pemerintah daerah berupaya mengurangi potensi kepadatan dengan memperluas kapasitas dan frekuensi layanan. Dengan pendekatan terintegrasi, seluruh moda transportasi dipersiapkan agar mampu menampung pergerakan masyarakat secara merata.
Bambang menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik. Ia memastikan setiap sektor telah melakukan penyesuaian kapasitas sesuai proyeksi kebutuhan. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal.
Penguatan Penyeberangan dan Kapal Logistik
Pada sektor penyeberangan, tersedia skema eksklusif dengan total 16 kapal yang terdiri dari enam kapal eksklusif 1 dan 10 kapal eksklusif 2. Selain itu, terdapat tambahan empat kapal baru untuk memperkuat kapasitas layanan.
“Dengan penambahan ini, kapasitas layanan penyeberangan meningkat signifikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak mudik,” ujar Bambang.
Dishub Lampung juga menyiapkan enam kapal khusus logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang selama periode Lebaran. Tidak hanya itu, peluang penambahan dua kapal logistik tambahan turut dibuka sesuai kebutuhan di lapangan.
Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat selama masa mudik.
Penguatan sektor penyeberangan menjadi perhatian utama karena Lampung merupakan gerbang penting mobilitas antarwilayah. Ketersediaan kapal penumpang dan logistik diharapkan dapat memisahkan arus kendaraan dan distribusi barang. Dengan demikian, pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien.
Penambahan Perjalanan Kereta Api
Di sektor perkeretaapian, jumlah perjalanan kereta api turut ditingkatkan guna mengakomodasi kenaikan permintaan. Dari sebelumnya lima rangkaian, kini bertambah menjadi delapan rangkaian kereta api dengan total 18 set. Penambahan ini memberikan pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut juga didukung oleh subsidi pemerintah sehingga tarif tetap terjangkau. Dengan adanya subsidi, masyarakat dapat menikmati layanan tambahan tanpa terbebani kenaikan biaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan mudik yang aman sekaligus ekonomis.
Peningkatan frekuensi perjalanan diharapkan mampu menekan kepadatan di moda lain. Kereta api menjadi alternatif transportasi yang stabil dan tepat waktu bagi pemudik. Dukungan infrastruktur dan jadwal yang diperluas diharapkan memperlancar arus pergerakan penumpang.
Optimalisasi Terminal dan Layanan Darat
Untuk angkutan darat, Dishub Lampung telah mengoperasionalkan tujuh terminal tipe B di berbagai kabupaten dan kota. Terminal tersebut melayani angkutan antarkota dalam provinsi guna memperluas jangkauan layanan. “Dengan bertambahnya terminal, distribusi penumpang bisa lebih merata dan tidak terpusat di satu lokasi,” jelasnya.
Pengoperasian terminal tambahan ini bertujuan mengurangi penumpukan penumpang di satu titik keberangkatan. Dengan distribusi yang lebih merata, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih tertib. Selain itu, keamanan dan kenyamanan penumpang juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan terminal.
Penguatan angkutan darat menjadi bagian penting dalam sistem transportasi terpadu. Moda ini menghubungkan berbagai wilayah yang tidak terjangkau oleh jalur rel atau udara. Dengan kesiapan terminal dan armada, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar selama musim mudik.
Peningkatan Layanan Udara dan Komitmen Pemerintah
Di sektor udara, status internasional Bandara Radin Inten II kembali aktif sehingga dapat melayani penerbangan luar negeri secara rutin. Selain itu, frekuensi penerbangan domestik Jakarta–Lampung juga bertambah terutama pada akhir pekan. Penambahan ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan armada yang sebelumnya terjadi pada periode padat penumpang.
Bambang menegaskan bahwa peningkatan jumlah layanan di seluruh moda merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung. “Baik darat, laut, kereta api, maupun udara, semuanya kami tambah dari sisi jumlah armada dan frekuensi. Targetnya, masyarakat bisa mudik dengan lebih nyaman dan aman,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan layanan ini sejalan dengan arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran berjalan optimal.
“Kami optimistis, dengan peningkatan jumlah layanan ini, kepadatan dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” pungkasnya. Dengan langkah terintegrasi tersebut, Lampung optimistis menghadirkan mudik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.