Masjidil Haram Gelar Tarawih 10 Rakaat Serta 3 Witir

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:05:23 WIB
Masjidil Haram Gelar Tarawih 10 Rakaat Serta 3 Witir

JAKARTA - Ketika Ramadan tiba, perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia kerap tertuju pada pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. 

Bukan hanya soal dimulainya puasa, suasana shalat tarawih di dua masjid suci selalu menjadi rujukan sekaligus inspirasi bagi jamaah di negara lain. 

Tahun ini, penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah kembali menguatkan perbedaan waktu mulai puasa di sejumlah wilayah. Mayoritas negara di Asia Tenggara, Australia, hingga Timur Tengah mengawali puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Namun, sebagian wilayah di Timur Tengah dan Eropa memulai Ramadan lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Perbedaan ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, justru memperlihatkan dinamika penetapan kalender hijriah di berbagai negara.

Di tengah penetapan awal Ramadan tersebut, perhatian umat Islam juga tertuju pada format pelaksanaan shalat tarawih di dua masjid suci. Otoritas Arab Saudi memastikan pelaksanaan shalat tarawih selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap mengikuti skema yang selama ini dikenal luas. 

Keputusan ini disampaikan secara resmi dan menjadi rujukan bagi banyak umat Islam yang menantikan suasana ibadah Ramadan dari Makkah dan Madinah.

Penetapan Awal Ramadan Di Berbagai Negara

Pengumuman resmi mengenai awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bergulir di berbagai belahan dunia berdasarkan hasil pemantauan hilal dan perhitungan astronomi. 

Mayoritas negara di Asia Tenggara, Australia, hingga Timur Tengah telah mengonfirmasi Kamis, 19 Februari 2026, sebagai hari pertama puasa. Meski demikian, sebagian wilayah di Timur Tengah dan Eropa memulai Ramadan lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026. 

Negara-negara yang memulai lebih awal antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Perbedaan awal puasa ini lazim terjadi karena metode rukyat dan hisab yang digunakan tiap negara bisa berbeda. Situasi ini menunjukkan bahwa perbedaan penetapan tidak menghalangi umat Islam untuk tetap fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Ketetapan Tarawih Di Dua Masjid Suci

Salah satu ibadah yang hanya dapat dijumpai pada bulan Ramadan adalah shalat tarawih. Otoritas Arab Saudi memastikan format pelaksanaan shalat tarawih selama Ramadan 1447 Hijriah di 2  masjid suci umat Islam tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Mina Bulletin pada Rabu, 18 Februari 2026, disebutkan:

“Salat Tarawih akan dilaksanakan sebanyak 10 rakaat di kedua masjid. Setelah Tarawih, jamaah akan melanjutkan dengan 3 rakaat salat Witir.”

Dengan ketetapan ini, jamaah yang melaksanakan tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan mengikuti susunan ibadah yang telah menjadi praktik umum di kedua masjid suci tersebut.

Skema Pelaksanaan Dan Salam Penutup

Dengan format 10 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir, rangkaian salat malam Ramadan di dua masjid suci akan diakhiri dengan lima kali salam (taslim), sebelum ditutup dengan salam penutup pada shalat witir. Skema ini disebut mempertahankan praktik yang selama ini paling konsisten diterapkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 

Pola tersebut dinilai memudahkan jamaah, baik yang datang langsung ke Tanah Suci maupun yang mengikuti siaran dari luar negeri, untuk menyesuaikan diri dengan ritme ibadah malam Ramadan.

Siaran Global Dan Antusiasme Jamaah

Otoritas Arab Saudi juga menegaskan bahwa pelaksanaan shalat tarawih dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan disiarkan secara global seperti tahun-tahun sebelumnya. Siaran ini memungkinkan umat Islam di berbagai negara mengikuti suasana ibadah Ramadan dari Tanah Suci secara langsung. 

Selain itu, jadwal lengkap pelaksanaan salat, termasuk waktu rinci dan daftar imam yang akan memimpin shalat tarawih, biasanya diumumkan lebih dekat dengan awal Ramadan. 

Ketetapan ini selalu menjadi perhatian umat Islam dunia, khususnya bagi jamaah umrah serta mereka yang menantikan atmosfer ibadah Ramadan dari Makkah dan Madinah.

Melalui ketetapan format tarawih dan witir ini, Arab Saudi menegaskan konsistensi praktik ibadah di dua masjid suci yang menjadi rujukan umat Islam dunia. Meskipun awal Ramadan di berbagai negara tidak selalu seragam, suasana ibadah di Tanah Suci tetap menjadi pengikat spiritual yang dirindukan setiap tahun.

Terkini